Text
Sistem Penyiraman Adaptif Tanaman Tomat Keriting Berbasis Internet Of Things Dengan Integrasi Sensor Multi-Modal
Penyiraman tanaman tomat keriting (Solanum lycopersicum L.) dalam polybag masih banyak dilakukan secara manual dan belum didasarkan
pada kondisi aktual media tanam serta lingkungan. Kondisi tersebut dapat menyebabkan keputusan penyiraman kurang tepat, sedangkan penggunaan air sulit dievaluasi karena volume air aktual tidak tercatat. Penelitian ini bertujuan merancang sistem penyiraman adaptif berbasis
Internet of Things (IoT), mengembangkan logika keputusan penyiraman, mengukur volume air aktual menggunakan flow sensor, serta mengevaluasi akurasi keputusan dan kesesuaian volume air. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan prototipe berbasis ESP32. Sistem mengintegrasikan soil moisture sensor, sensor DHT22, sensor intensitas cahaya (LDR), flow sensor, relay, pompa air, dan aplikasi monitoring Android. Keputusan penyiraman menggunakan aturan adaptif: pompa aktif ketika soil moisture < 40%, mengikuti penjadwalan, kondisi cuaca, dan target air harian ketika soil moisture 40–79%, serta tidak aktif ketika soil moisture ≥ 80%. Parameter suhu, kelembapan udara, dan intensitas cahaya digunakan untuk menyesuaikan target air dan durasi penyiraman. Pengujian dilakukan selama 21 hari dengan tiga kali pengamatan per hari, sehingga diperoleh 63 observasi. Hasil penelitian menunjukkan sistem berhasil diimplementasikan dan seluruh komponen berfungsi sesuai rancangan. Sistem mencatat 15 kejadian penyiraman dengan total volume air aktual sebesar 6,539 L per
polybag dan rata-rata 0,436 L per kejadian per polybag. Evaluasi confusion matrix menghasilkan TP = 14, TN = 45, FP = 1, dan FN = 3, dengan akurasi
93,65%. Rata-rata volume air aktual harian sebesar 311,38 mL/polybag/hari menunjukkan sistem bekerja selektif dan adaptif terhadap kondisi media
tanam dan lingkungan.
| T250073 | TESIS-2026 SAE s | Perpustakaan Universitas Handayani Makassar | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain